Alam Semesta Sudah Ada Sebelum Big Bang

KOMPAS — Kebanyakan ilmuwan percaya bahwa alam semesta tercipta lewat proses Big Bang yang terjadi pada 13,7 miliar tahun yang lalu. Bintang dan galaksi tercipta lebih kurang 300 tahun setelah Big Bang. Sementara itu, Matahari tercipta 3,7 miliar tahun yang lalu.

Namun, Profesor Roger Penrose dari Oxford University dan Professor Vahe Gurzadyan dari Yerevan State University di Armenia memiliki pendapat lain. Mereka berpendapat bahwa alam semesta sudah ada sebelum peristiwa Big Bang.
Category: 0 komentar

Fenomena kesurupan...

Fenomena kesurupan, sering terjadi di masyarakat sekita kita. Untuk itu, sebelum kita menyimpulkan apakah seseorang kesurupan ataupun tidak, kita perlu mengetahui ciri-ciri yang tampak pada diri seseorang yang kesurupan, sebagaimana dijelaskan oleh Ustaz Jasiman Lc.
Pertama, kondisijesurupan. (a) Setengah kesurupan, gangguan pada taraf ini terjadi tatkala jin yang merasuk menguasai sebagian atau seluruh jasad, tetapi tidak mampu menguasai pikirannya. Dalam kondisi ini sadar atau setengah sadar, tetapi ia tidak mampu mengendalikan ucapan atau gerakan badan tertentu, (b) Kesurupan total, gangguan pada taraf ini terjadi tatkala jin yang merasuk menguasai seluruh jasad dan pikirannya. Dalam kondisi ini, orang itu tidak sadarkan diri. Semua ucapan atau gerakan badannya di luar kendali diri.
Category: 0 komentar

Salah Paham soal Yogyakarta ...

Kompas - Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengakui, ada kesalahpahaman pengertian para pihak yang mendengar pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena itu, Presiden akan menjelaskan pernyataannya itu.
Julian di Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam, Selasa (30/11), mengatakan, Presiden berkehendak dalam proses pembentukan Rancangan Undang-Undang tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (RUUK DIY) memaksimalkan keistimewaan daerah itu, yakni dalam bidang adat dan budaya. Namun, banyak pihak menanggapi secara keliru pernyataan Presiden itu.
Category: 0 komentar

"Bung Sultan" yang Demokratis

KOMPAS - ”Saya tidak ingat persis lagi kapan dan bagaimana saya sampai menyebut ’Bung’ saja untuk kata diri Sultan. Dan rupa-rupanya Sultan Hamengku Buwono IX menganggap sikap saya itu wajar pula. Dia tidak keberatan sama sekali apabila saya panggil sebagai ’Bung’. Juga kalau saya berbicara dengan Sultan, percakapan itu biasanya dilakukan dalam bahasa Indonesia bercampur bahasa Belanda, tidak pernah dalam bahasa Jawa. Jadi, segala sesuatu berlangsung secara demokratis”.

Judul dan alinea pembukaan ini dikutip dari tulisan wartawan senior H Rosihan Anwar dari bukuTahta untuk Rakyat.
Category: 0 komentar

Habibie dan Cinta Sejati

Selasa malam 30 November ini, Bacharudin Jusuf Habibie meluncurkan buku "Habibie & Ainun" yang disebut sejumlah kalangan sebagai buku tentang cerita cinta abadi dua anak manusia. Kehidupan penuh cinta pasangan Habibie dan Hasri Ainun memang bisa menjadi bahan ajar menarik untuk keadaan sosial kini yang terlalu dimabuk kabar selingkuh, cerai, sensasi syahwat dan birahi.
Mereka menguak kisah cinta sejati dan kesetiaan yang membangkitkan takjub, selain menjadi cermin kepada siapa keluarga-keluarga berkaca. Kesetiaan tiada koma dari sang ilmuwan cemerlang kepada istrinya itu, telah menegaskan bahwa cinta abadi itu ada. Ketulusan cinta Habibie-Ainun dan keromantisan mereka mungkin seindah kuasa cinta yang membalut perjalanan kasih Roro Mendut dan Pronocitro, Laila dan Majnun, Mumtaz Mahal dan Shah Jehan, Guinevere dan Lancelot, Scarlett O’Hara dan Ashley Wilkes, atau pasangan dalam roman-roman lainnya.
Category: 0 komentar